Kamis, 14 Februari 2013

Soal dan jawaban ~ mengoprasikan Pariferal

Kumpulan soal Typing master


Soal-soal dan jawaban KKPI

MATERI KELAS 10
(Mengetik Dengan 10 Jari)

1. Yang dimaksud dengan keyboard adalah:
a. Alat untuk melihat hasil ketikan
b. Papan tombol ketik
c. Alat untuk mencetak
d. Program grafik
e. Kunci untuk komputer

2. Pilih dibawah ini yang bukan jenis keyboard secara fisik:
a. Keyboard Serial
b. Keyboard Paralel
c. Keyboard PS/2
d. Keyboard Wireless
e. Keyboard USB
3. Mana hal berikut yang bukan merupakan fungsi dari
keyboard?
a. Menekan tombol panah pada keyboard untuk
menggerakkan kursor
b. Menekan tombol shift untuk menempilkan huruf besar
atau kecil
c. Menekan tombol esc untuk membatalkan perintah
d. Menekan tombol enter untuk menghapus hasil ketikan
e. Menekan tombol page up untuk menggulung tampilan
layar ke atas

4. Jumlah tombol numerik pada keyboard adalah:
a. 9
b. 10
c. 11
d. 17
e. 19

5. Fungsi tombol page down adalah:
a. Menggerakkan kursor ke kanan
b. Menggerakkan kursor ke kiri
c. Menggerakkan kursor ke atas
d. Menggerakkan kursor ke bawah
e. Menggerakkan kursor ke samping



Sumber :  http://kkpiskagata2.blogspot.com/p/blog-page.html

Kamis, 17 Januari 2013

Green Building Standard, untuk gedung yang ramah lingkungan

Green Building Standard, untuk gedung yang ramah lingkungan


Green building standards berfokus kepada pembangunan gedung perumahan maupun komersil agar lebih ramah lingkungan, berkelanjutan dan lebih menyehatkan bagi para penghuninya. Sudah banyak kontraktor dan desainer yang menerapkan standar ini pada desainnya untuk membuat sebuah gedung yang menggunakan material yang ramah lingkungan, hemat energi dan tidak menyebabkan polusi udara. Di Amerika Serikat secara perlahan telah mengadopsi standar ini,  mungkin karena dengan melimpahnya sumber daya dan energi yang murah, tetapi dengan mempopulerkan gerakan “penghijauan”, Hal ini tentunya akan dapat dipraktekkan secara luas.
US Green Building Council (USGBC) adalah otoritas terdepan dalam pelaksanaan standar bangunan hijau di Amerika Serikat. Mereka telah berkomitmen untuk mematuhi 5 prinsip dasar di bawah ini:
  • Kebersinambungan: Sebuah gedung harus dibuat menggunakan teknologi dan material yang berkesinambungan.
  • Kesetaraan: Segala desain yang dibuat harus menunjukkan rasa hormat kepada komunitas di sekitar area konstruksi dan menghargai segala budaya yang dipercaya masyarakat sekitar. Dan segala bentuk perencanaan harus mempertimbangkan segala aspek sosial ekonomi.
  • Keterbukaan: USGBC mengajak masyarakat sekitar untuk ikut terlibat dalam hal desain dan pembangunan.
  • Progress: Desain harus memiliki hasil terukur dari dampak bangunan terhadap masyarakat, lingkungan dan ekonomi daerah.
  • Keterikatan: Desain bangunan hijau harus menghargai hubungan antara manusia dengan alam dan mengenali kewajiban manusia terhadap alam.
Tanggung jawab, keterbukaan, kepemimpinan, inovasi dan integritas adalah poin utama dalam green building standard. Pada Agustus 1998, USGBC mendirikan Leadership in Energy and Environmental Design (LEED), sebuah sistem yang bergerak dalam pendesainan dan penerapan green building standards. LEED diset secara sukarela, sebagai standar seragam yang mengambil desain seluruh bangunan menjadi pertimbangan. Menggunakan sistem penilaian, maka imbalan yang pembangun inovasi dalam kemajuan desain bangunan hijau lapangan. Tujuan LEED adalah untuk membuat standar bangunan hijau cara yang layak bangunan yang diterima oleh khalayak banyak, tidak hanya lingkungan sekitar.
Ada lima area di mana bangunan dievaluasi oleh LEED: Situs Berkelanjutan, Efisiensi Air, Energi dan Atmosfer, Bahan dan Sumber dan Kualitas Lingkungan Indoor. Tingkat sertifikasi mulai Bersertifikat dan kemajuan ke Silver, Gold dan Platinum, yang merupakan tertinggi.
Banyak yang berpikir bahwa standar bangunan hijau membutuhkan biaya mahal. Meskipun ada peningkatan yang pasti dalam biaya pembangunan, pendukung bangunan hijau mengutip penelitian yang membuktikan penghematan selama penggunaan bangunan. Penghematan energi yang dinikmati oleh pemilik bangunan hijau menerjemahkan untuk menurunkan biaya, kemampuan untuk menyewa ruang komersial dan perumahan bagi penyewa lebih dan sehat dan lebih puas. Menurut satu laporan, investasi awal dua persen ekstra dalam desain bangunan hijau merupakan penghematan 20% pada total biaya konstruksi selama umur bangunan.
Laporan lain menunjukkan bahwa 4 $ (USD) per kaki persegi recoups investasi sekitar 58 USD per kaki persegi selama 20 tahun. Manfaat yang dihitung dalam kesehatan dan produktivitas, biaya operasi dan pemeliharaan, tabungan dalam utilitas dan penghematan emisi. Bangunan dibangun dengan standar bangunan hijau menunjukkan peningkatan dua sampai 16% pada produktivitas pekerja.
Beberapa bangunan yang mematuhi standar green building menggunakan pemanasan panas bumi dan sistem pendingin, daur ulang air abu-abu atau air hitam, skylight atau pencahayaan alam lainnya, tenaga surya atau angin, ventilasi meningkat, produk kayu yang berkelanjutan dan udara dua kali disaring. Puing dari konstruksi sering didaur ulang untuk pembangun lain untuk digunakan dalam proyek-proyek masa depan.
Sejauh ini, 49 kota di 15 negara telah dimasukkan ke kode standar LEED undang-undang dan bangunan. Sembilan inisiatif federal di agen-agen federal telah diadopsi, termasuk Badan Perlindungan Lingkungan, Departemen Energi dan Departemen Pertahanan, antara lain. Gedung perkantoran, apartemen, rumah, gedung-gedung pemerintah dan sekolah semua bisa mendapatkan keuntungan dari menggunakan standar bangunan hijau. Baru-baru ini, USGBC mengeluarkan panggilan untuk desainer, perencana dan pembangun untuk mengajukan ide-ide mereka untuk membangun kembali New Orleans hijau. Secara global, ada beberapa proyek yang didaftarkan oleh LEED, menggunakan standar bangunan hijau di 24 negara.
sumber




menciptakan bangunan ramah lingkungan

Buat Rumah Anda Ramah Lingkungan

Buat Rumah Anda Ramah Lingkungan
Krisis energi serta pemanasan global sudah menjadi isu dunia yang patut kita perhatikan. Tidak perlu bersusah payah memikirkan teknologi apa yang mampu menanggulangi permasalahan tersebut. Cukup dimulai dari rumah kita sendiri. Ya, ada beberapa cara untuk membuat rumah impian kita menjadi lebih ramah lingkungan serta mampu mereduksi lapisan karbon di udara tanpa harus mendesain rumah tersebut menjadi layaknya rumah robot. Berikut beberapa langkah diantaranya yang bisa Anda lakukan untuk menjadikan rumah Anda lebih ramah lingkungan.

Passive Solar Design – Ini adalah teknik lama yang dibutuhkan sebelum Anda mendesain sebuah rumah atau bahkan membeli properti. Pada daerah bersuhu dingin, rumah dengan kaca besar menghadap ke Timur sedikit banyak akan membantu menghangatkan seisi ruang dengan mengandalkan cahaya matahari. Selama musim panas, Anda cukup melapisi bagian ini dengan penghalang cahaya untuk membuat interior tetap dingin serta mengurangi penggunaan AC. Sementara jika Anda tinggal di daerah beriklim panas, melapisi kaca jendela dengan kaca film (window tinting) juga dapat dilakukan untuk mengurangi panas serta melindungi interior Anda dari sinar ultraviolet.

Conserve Water Usage – Pantau penggunaan air serta buat aliran air yang rendah (low-flow) pada shower, toilet, washtafel, aerator serta tankless water heater. Ini berarti Anda juga menghemat persediaan air tanah di bawah rumah Anda.

Ceiling Fans – Strategi memasang ceiling fans di rumah Anda akan membantu sirkulasi udara. Gunakan kipas ini untuk mengeluarkan udara panas dan tekan switch sebaliknya untuk menghembuskan hawa hangat selama musim dingin.

Lighting – Ganti sistem pencahayaan konvensional di rumah Anda yang berasal dari bohlam pijar dengan compact fluorescents rendah watt  untuk mereduksi konsumsi energi. Jika Anda menginginkan lampu menyala saat Anda pulang kantor di malam hari, memasang dan meng-install timer jauh lebih baik ketimbang Anda membiarkan lampu tersebut menyala sepanjang hari.

Programmable Thermostat – Dengan menerapkan cara ini, bearti Anda akan menghemat energi tanpa harus memonitornya secara rutin. Pada musim dingin, set thermostat sedikit hangat saat keadaan rumah sedang kosong di siang hari dan mulai lebih dihangatkan begitu anggota keluarga mulai sampai di rumah saat sore tiba. Sebaliknya pada musim panas, atur thermostat dengan suhu yang sedikit sejuk sembari menutup penghalang cahaya di jendela dan mengaktifkan ceiling fans untuk mensirkulasi udara di dalam rumah. Di malam hari, buka jendela agar udara dari luar masuk ke dalam rumah.

Paint – Cat dengan kadar VOC (Volatile Organic Compounds) yang rendah  akan membantu meningkatkan kualitas udara di rumah Anda. Pasalnya, cat tersebut tidak melepaskan unsur kimia berbasis karbon ke udara. Imbas dari ca yang memiliki kadar VOC tinggi adalah gangguan pernafasan, iritasi di hidung dan saluran pernafasan, muntah, pusing, dan dalam tingkatan yang ekstrim dapat mengakibatkan kanker, gangguan urat syaraf, liver dan kerusakan pada ginjal.

Friendly Flooring – Material yang terbuat dari bambu memiliki kekuatan yang sama dengan kayu oak. Bambu juga bisa digunakan di beberapa bagian, semisal flooring dan furniture sampai ke tekstil seperti handuk dan tempat tidur.

Reduce, Reuse, Repair, Recycle – Semua kata tersebut adalah pakem yang kerap diusung oleh orang yang mengagungkan eco-friendly dan green-living environmentalist. Selama masa krisis financial global di abad ke 20 kata-kata itu adalah mantra yang acap digadangkan oleh keluarga-keluarga di seantero penjuru bumi. Ide yang cukup brilian tersebut tidak hanya akan membuat bumi menjadi lebih hijau, namun juga akan memangkas pengeluaran Anda. Coba untuk selalu menerapkan ide “hijau” ini.



Bangunan ramah lingkungan

green building

Pada dekade terakhir ini, kesadaran global tentang lingkungan hidup, khususnya dalam bidang arsitektur, meningkat dengan tajam. Gerakan hijau berkembang pesat tidak hanya sekedar melindungi sumber daya alam, tetapi juga pada implementasinya dalam rangka efisiensi penggunaan energi dan meminimalisir kerusakan lingkungan. Perancangan arsitektur sedikit banyak telah berubah, merefleksikan sikap masyarakat yang makin peduli terhadap lingkungan hidup. Demikian pula ketersediaan produk ramah lingkungan yang makin mudah diperoleh di pasar.
Secara umum dapat disampaikan bahwa menuju bangunan yang ramah lingkungan adalah mengukur dampak pada lingkungan luar (bangunan) dan membantu memperbaiki lingkungan dalam (bangunan). Biasanya beberapa aspek yang diperiksa adalah antara lain: rancangan arsitektur bangunan, metodologi membangun, material bangunan, efisiensi penggunaan energi, efisiensi penggunaan air dan life cycle ecological living.
Apa yang membuat bangunan yang bagus dapat dikatakan ramah lingkungan?
Apa yang membuat bangunan yang ramah lingkungan dapat dikatakan bagus?
Rasanya tidak ada jawaban tunggal untuk pertanyaan tersebut. Definisi tentang bangunan ramah lingkungan tidak dapat dijawab hanya dengan satu definisi. Sebuah bangunan di gunung tentu mempunyai efisiensi yang berbeda dengan perhitungan terhadap bangunan di pesisir pantai. Tinggal di lantai atas sebuah apartment tower berbeda dengan tinggal di sebuah landed house. Masing-masing bangunan dapat mempunyai jawaban sendiri karena merupakan rancangan yang dibangun terhadap kondisi yang berbeda-beda. Walaupun demikian, ada sebuah pendekatan umum untuk merancang bangunan yang ramah lingkungan, yaitu sebagai berikut:
Langkah pertama adalah mengenali lokasi anda tinggal. To Know Where You Are.
Langkah ini mempertanyakan bagaimana kualitas lingkungan hidup di sekitar dan bagaimana kemungkinan tingkat kualitas hidup yang akan dapat dicapai. Kesadaran tentang kondisi lokasi akan sangat penting dalam usaha memperoleh bangunan yang ramah lingkungan, baik dalam rangka renovasi bangunan, membeli rumah baru ataupun membangun rumah dari awal.
Langkah berikutnya adalah mempertimbangkan ukuran bangunan. Size Does Matter.
Berlawanan dengan pandangan umum bahwa makin besar ruangan maka makin baik bagi penggunanya, terutama pada bangunan rumah tinggal, pada pendekatan bangunan ramah lingkungan tidak selalu demikian. Lebih besar tidak lebih baik, karena makin kecil (baca: sederhana) bangunan maka akan makin lebih baik kontrol aspek lingkungan terhadap bangunan tersebut.
Langkah ketiga adalah, menyadari bahwa kita harus menetapkan sendiri bahwa kita memang ingin membangun bangunan yang ramah lingkungan. Kesadaran ini menjadi faktor penting karena akan membantu kita fokus pada usaha perancangan yang realistis: penghematan energi dan perlindungan terhadap berbagai sumber alam yang akan dipakai.
Langkah keempat lebih banyak bersifat teknis, yaitu mempelajari alternatif metode membangun (alternatives to conventional construction methods) dan menggunakan material yang tepat guna (encourage wise uses of materials).




Bagi arsitek, merancang bangunan ramah lingkungan sesungguhnya adalah sebuah proses. Tujuannya bukan membuat bangunan yang sempurna, melainkan menciptakan bangunan yang lebih baik. Pendekatan umum yang digambarkan melalui beberapa langkah tersebut diatas, oleh Prof. Jong-jin Kim cs dari College of Architecture and Urban Planning University of Michigan, dikemas menjadi prinsip-prinsip perancangan bersinambungan (sustainable design) dalam konteks rancangan arsitektur yang ramah lingkungan. Prinsip-prinsip ini meliputi:
- Penghematan sumber daya alam (economy of resources), yang memperhatikan aspek pengurangan, pemakaian kembali dan pemakaian ulang berbagai bahan alam yang digunakan pada bangunan. Beberapa masalah utama yang diperhatikan disini meliputi antara lain masalah penghematan penggunaan energi, konservasi air dan penggunaan material bangunan. Dengan melakukan penghematan ini arsitek akan mengurangi penggunaan sumber daya alam yang tidak terbarukan (non renewable resources) baik pada masa pembangunan maupun selama bangunan beroperasi.
- Daur hidup (life cycle design), yaitu metodologi untuk menganalisa proses membangun dan dampaknya terhadap lingkungan. Proses membangun yang dimaksud meliputi seluruh tahapan sejak tahap sebelum membangun (pre-building phase), selama membangun (building phase) sampai bangunan difungsikan (post building phase). Model konvensional dari sebuah daur hidup bangunan adalah design – construction – operation – demolition. Pada prinsip ini dimasukkan pendekatan yang mengenali adanya konsekuensi/dampak terhadap lingkungan pada setiap proses dalam model daur hidup itu. Pendekatan ini pada dasarnya adalah untuk mengurangi dampak negatif dan menambah umur hidup material bangunan. Sebuah material bangunan yang habis masa pakainya akan dapat berubah bentuk sebagai material baru, dan dengan demikian akan selalu dapat dipakai ulang.
- Rancangan yang manusiawi (humane design), yaitu prinsip yang fokus terhadap interaksi antara manusia dengan lingkungan. Prinsip ini berkaitan dengan adaptasi rancangan terhadap kondisi alam, urban design dan perencanaan tapak, serta tingkat kenyamanan bangunan yang akan dicapai. Dua prinsip pertama berkaitan dengan hal efisiensi dan konservasi, sementara prinsip yang ketiga ini berkaitan dengan keharmonisan hidup semua konstituen ekosistem: elemen non organik, organisme hidup dan manusia. Prinsip ini tampaknya tumbuh dari filosofi pemikiran untuk menghargai keberadaan seluruh benda dan mahluk hidup di muka bumi.
Akhirnya, untuk dapat merancang bangunan yang ramah lingkungan, arsitek harus belajar tentang masalah lingkungan hidup. Pendidikan arsitektur harus dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan memperkenalkan mahasiswa kepada etika lingkungan, serta mengembangkan keahlian berdasarkan ilmu pengetahuan (knowledge base in sustainable design).
Saat ini mungkin status rancangan arsitektur ramah lingkungan masih berada dalam tataran etika daripada dalam tataran ilmu pengetahuan. Perubahan gaya hidup dan sikap terhadap lingkungan adalah penting, tetapi pengembangan keahlian berdasarkan ilmu pengetahuan tidak kalah pentingnya. Pengembangan keahlian ini pada saatnya akan menghasilkan ketrampilan, teknik dan metode dalam praktek perancangan bangunan yang ramah lingkungan.

Autocad pemula

AutoCAD untuk Pemula: Interface dan Penggunaan Tool

 
 
 
 
 
 
1 Vote

Banyaknya permintaan mengenai ‘belajar AutoCAD’, membuat saya ingin juga mengulas seri tutorial untuk AutoCAD ini. Mulai hari ini, saya akan mengulas ‘teknik belajar AutoCAD sendiri’. Jangan berharap bahwa tutorial ini sama dengan buku-buku yang beredar dipasaran, karena saya akan membahasnya secara berbeda. Saya tidak akan membahas secara detail untuk setiap tool dan fitur, karena menurut saya itu hanya akan membuang-buang waktu. Ada ratusan tool, dan belum tentu semua akan anda pakai. Saya akan lebih membahas mengenai konsep cara penggunaan AutoCAD, sehingga anda dapat mencoba sendiri menggunakan tool-tool yang ada.
Untuk tutorial ini, saya menggunakan AutoCAD 2009, yaitu versi terbaru. Karena menurut saya tidak efektif jika saya membuat tutorial untuk versi lama. Harapan saya, umur tutorial ini akan lebih panjang daripada jika saya menulis tutorial untuk AutoCAD 2004, misalnya.
Bukalah AutoCAD 2009 anda.
workspace.jpg
Di bagian kanan bawah. Klik tombol workspace (icon seperti gear) dan pilih 2D Drafting & Annotation. Pastikan anda memilih ini agar kita semua dapat melihat interface yang sama. Seharusnya sekarang anda melihat interface berikut (klik untuk melihat gambar besar):

Jika anda telah familiar dengan Windows dan Microsoft Office Vista, anda akan melihat look and feel yang sama.
acad logo.jpg
Klik logo AutoCAD di kiri atas. Di sanalah menu AutoCAD berada. Sekarang mestinya anda telah melihat menu-menu tersebut. Hal yang sama berlaku untuk Microsoft Office yang baru!
Ribbon Bar, merupakan akses utama untuk mengakses tool AutoCAD yang dapat anda gunakan. Perhatikan tab di atasnya. Ada home, block & references, annotate, dst. Masing-masing tab mengelompokkan toolbar yang sejenis. Home berisikan toolbar yang paling sering dipakai.
Pointer, merupakan tool untuk mendefenisikan titik input. Mari kita fokus dengan kedua tool ini dulu.
line.jpg
Pada panel draw, klik line. Line merupakan tool yang paling dasar. Kita akan mencoba dari yang paling mudah ini dulu.
Sesudah anda mengklik line, perhatikan bahwa pointer berubah bentuk. Mode ini menunjukkan AutoCAD meminta input titik dari anda. Dan disebelahnya terdapat tulisan ‘specify first point’ dan koordinat. Defenisikan titik pertama! Bentuk ini disebut dengan dynamic input. AutoCAD akan membimbing anda untuk menyelesaikan tugas anda. Jadi jika bingung saat menggunakan tools baru, ikuti keterangan yang muncul!
Klik di area kosong bidang gambar.
input mode.jpg
Apa yang terjadi kemudian? Sekarang ada garis dari titik yang anda klik, ke pointer anda. Arah dan panjang garis mengikuti pointer anda. Tulisan di sebelah pointer bertuliskan: specify next point or
next point.jpg
Kita fokus dulu dengan specify next point. Klik saja titik untuk mendefenisikan titik selanjutnya. Jangan pikirkan ukuran dan posisi dulu. Klik beberapa kali lagi. Kali ini perhatikan juga di area command line. Di sana ada tulisan yang persis sama dengan di sebelah pointer anda. Tekan [enter] untuk mengakhiri tool ini.
command line.jpg
Command line dulu adalah satu-satunya pilihan pengguna AutoCAD untuk melihat proses yang sedang berlangsung. Namun bagi anda yang menggunakan AutoCAD 2006 ke atas, punya pilihan lain.

Ilmu bangunan

ILMU BANGUNAN




A.    Pengertian Ilmu Bangunan Gedung
Yang dimaksud dengan ilmu bangunan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan perencanaan dan pelaksanaan pembuatan maupun perbaikan bangunan. Dalam penyelenggaraan bangunan diusahakan ekonomis dan memenuhi persyaratan tentang bahan, konstruksi maupun pelaksanaannya.
Bangunan adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukan baik yang ada di atas, di bawah tanah dan/atau di air. Bangunan biasanya dikonotasikan dengan rumah, gedung ataupun segala sarana, prasarana atau infrastruktur dalam kebudayaan atau kehidupan manusia dalam membangun peradabannya seperti halnya jembatan dan konstruksinya serta rancangannya, jalan, sarana telekomunikasi, dan lain-lain.
Bangunan yang dimaksud di atas meliputi:
a.       Bangunan merupakan hasil karya orang yang mempunyai tujuan tertentu untuk kepentingan perorangan maupun untuk umum.
b.      Bangunan yang bersifat penambahan atau perubahan dan telah ada menjadi sesuatu yang lain/berbeda, tetapi juga dengan tujuan tertentu dan untuk kepentingan perorangan maupun untuk umum.
Adapun tujuan bangunan tersebut didirikan antara lain:
Bangunan rumah tinggal dibuat orang untuk kepentingan tempat tinggal dalam arti yang luas. Untuk masa sekarang tidak hanya sekedar tempat berlindung atau berteduh tetapi sebagai tempat pembinaan keluarga. Kantor dibuat untuk pelayanan masyarakat, sedangkan jembatan dan bendungan dibuat orang untuk tujuan prasarana kemakmuran rakyat. Kesemua hal di atas disebut dengan bangunan karena tidak dapat dengan mudah dipindahkan mengingat berat kecuali bila dibongkar. Lemari dibuat orang juga mempunyai tujuan anatara lain untuk menyimpan barang, bangku untuk tempat duduk, tetapi benda- benda ini mudah dipindahkan ke tempat lain, untuk itu benda-benda disini tidak dapat dikatakan bangunan. Dalam pembuatannya bagunan tidak cukup hanya satu orang pekerja saja, tetapi kadang-kadang memerlukan ratusan sampai ribuan pekerja tergantung besar kecilnya bangunan yang dibuat.
B.     Jenis Bangunan
Jenis bangunan dapat dibedakan menjadi:
a.       Bangunan teknik sipil kering, antara lain meliputi: bangunan rumah, gedung-gedung. monumen, pabrik, gereja, masjid dan sebagainya.
b.      Bangunan teknik sipil basah, antara lain meliputi: bendungan, bangunan irigasi, saluran air, dermaga pelabuhan, turap-turap, jembatan dan sebagainya.
Untuk sekarang jenis bangunan dibedakan menjadi 3 bagian besar yang dikelola oleh Direktorat Jenderal meliputi Bangunan Gedung, Bangunan Air dan Jalan Jembatan.
Jenis bahan yang digunakan dalam bangunan dapat berupa kayu, bata, beton atau baja. Bahkan dewasa ini bahan bangunan yang digunakan sudah berkembang antara lain dari bahan aluminium atau plastik.
C.    Fungsi Bangunan
Fungsi Pokok Pembuatan Bangunan
Fungsi pembuatan bangunan yang terpenting ialah agar setiap bangunan kuat, dan tidak mudah rusak, sehat untuk ditempati, di samping biayanya relatif murah. Untuk mendapatkan bangunan kuat dan murah tidak perlu konstruksinya terlalu berlebihan. Bila demikian tidak sesuai dengan tujuan dan merupakan pemborosan. Konstruksi bangunan harus diperhitungkan secara teliti berdasarkan syarat-syarat bangunan termasuk perhitungan yang menunjang misalnya mekanika teknik. Keawetan suatu bangunan juga tergantung bahan bangunan yang digunakan, pelaksanaan dalam pembuatan dan juga perawatannya.  Di samping hal tersebut di atas faktor lain yang berpengaruh dan perlu mendapatkan perhatian adalah air tanah, gempa bumi, angin dan sebagainya.


 DILATASI BANGUNAN

Fungsi bangunan gedung
Fungsi suatu bangunan gedung dapat dikelompokkan menjadi fungsi hunian, fungsi keagamaan, fungsi usaha, fungsi sosial budaya dan fungsi khusus
Fungsi hunian merupakan bangunan gedung dengan fungsi utama sebagai tempat manusia tinggal yang berupa bangunan hunian tunggal, hunian jamak, hunian sementara, dan hunian campuran.
Fungsi keagamaan merupakan bangunan gedung dengan fungsi utama sebagai tempat manusia melakukan ibadah yang berupa bangunan masjid termasuk mushola, bangunan gereja termasuk kapel, pura, wihara, dan kelenteng;
Fungsi usaha merupakan bangunan gedung dengan fungsi utama sebagai tempat manusia melakukan kegiatan usaha yang terdiri dari bangunan gedung perkantoran, perdagangan, perindustrian, perhotelan, wisata dan rekreasi, terminal, dan bangunan gedung tempat penyimpanan
Fungsi sosial dan budaya merupakan bangunan gedung dengan fungsi utama sebagai tempat manusia melakukan kegiatan sosial dan budaya yang terdiri dari bangunan gedung pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, kebudayaan, laboratorium, dan bangunan gedung pelayanan umum
Fungsi khusus merupakan bangunan gedung dengan fungsi utama yang mempunyai tingkat kerahasiaan tinggi, atau tingkat resiko bahaya tinggi

Dilatasi adalah sebuah sambungan/garis pada sebuah bangunan yang karena sesuatu hal memiliki sistim struktur berbeda. digunakan untuk menghindari kerusakan atau retak – terak pada bangunan yang ditimbulkan oleh gaya vertikal dan horizontal, seperti pergeseran tanah, gempa bumi, dan lain - lain.
Dilatasi Bangunan, biasanya digunakan pada:
*       Bangunan yang mempunyai tinggi berbeda – beda. ( pertemuan antara bangunan yang rendah dengan yang tinggi ).
*       Pemisah bangunan induk dengan bangunan sayap.
*       Bangunan yang memiliki kelemahan geometris.
*       Bangunan yang memiliki panjang >30m.
*       Bangunan yang berdiri diatas tanah yang kurang rata.
*       Bangunan yang ada didaerah gempa.
*       Bangunan yang mempunyai bentuk denah bangunan L, T, Z, O, H, dan U. 

Macam – macam dilatasi :
1.      Dilatasi dengan 2 kolom
Dilatasi dengan 2  kolom biasanya digunakan untuk bangunan yang bentuknya memanjang ( linier ). Dengan adanya dilatasi maka jarak kolom akan menjadi pendek.

2.      Dilatasi dengan balok kantilever
Dilatasi juga bisa dilakukan dengan struktur balok kantilever.
Bentang balok kantilever maksimal 1/3 dari bentang balok induk.
Pada lokasi dilatasi bentang kolom dirubah ( diperkecil ) menjadi 2/3 bentang kolom yang lain.


3.      Dilatasi dengan balok gerber
Sistem ini dipergunakan apabila diinginkan jarak kolom tetap sama.
Sistem ini memiliki kelemahan apabila ada beban horizontal yang cukup besar ( akibat gempa bumi ) akan berakibat fatal ( lepas dan jatuh ).
4.      Dilatasi dengan konsol
Dengan system ini jarak kolom dapat dipertahankan sama
Umumnya dipergunakan pada bangunan yang menggunakan material prefabrikasi.
 
Dalam penerapan system dilatasi perlu diperhatikan jaraknya. Jarak dilatasi harus benar – benar diperhitungkan. Dilatasi yang terlalu sempit apabila terkena pergeseran akibat gaya vertical maupun horizontal akan timbul banyak masalah, mulai dari dilatasi itu sendiri yang rusak, kebocoran yang sulit diperbaiki, sampai kerusakan – kerusakan di bagian lain akibat saling bertabrakannya blok bangunan satu dengan yang lainnya.
Gambar sketsa bangunan diatas merupakan salah satu contoh bangunan yang harus memakai system dilatasi. Bangunan tersebut berada di daerah sekitar danau yang memiliki kondisi tanah kurang baik. Memilki kemungkinan yang besar tanah itu mengalami pergerakan.
Selain itu bangunan disekitar danau tersebut termasuk bangunan tinggi, yang memiliki tinggi bangunan yang berbeda – beda.
Untuk menahan gaya vertical dan gaya horizontal yang timbul perlu dibuat system dilatasi.
Gambar :
Sistem dilatasi digunakan pada pertemuan antar bangunan yang memiliki tinggi yang berbeda. Hal ini dikarenakan beban gaya yang diterima bangunan berbeda – beda antara bangunan yang tinggi dengan bangunan yang lebih rendah.
Bangunan di atas bisa menggunakan system dilatasi kolom, kantilever, gerber, maupun konsol.
Tetapi biasanya system dilatasi yang sering digunakan adalah system dilatasi kolom. Sistem ini digunakan untuk bangunan – bangunan yang panjang. Sistem ini juga mempunyai kelebihan yaitu mampu menahan gaya horizontal yang timbul ( gempa bumi ).